Mata adalah salah satu organ yang berfungsi untuk melihat objek, akan tetapi fungsinya tidak hanya itu saja. Kondisi mata seseorang juga dapat mendeteksi kondisi kesehatannya.
Dalam penelitian terakhir di Amerika mengatakan beberapa penyakit berbahaya bisa dilihat melalui kondisi mata. Bagaimana organ mata “memberitahu” jika terdapat penyakit berbahaya di tubuh seseorang ?
7 Penyakit yang Bisa Dideteksi oleh Kondisi Mata
Tahukah Anda jika organ mata juga dapat menentukan kesehatan seseorang ? Akan tetapi masih banyak dari kita yang jarang memeriksakan mata selama tidak mengalami gangguan penglihatan.
Padahal dengan rutin memeriksakan mata ke dokter spesialis, kemungkinan penyakit-penyakit berbahaya bisa terdeteksi dan bisa diobati segera.
Dokter spesialis mata bahkan mampu mendiagnosa pasien terkena penyakit tertentu selama pemeriksaan mata, jadi jangan sampai memeriksakan mata hanya saat mengalami gangguan saja.
Apabila ditemukan gejala tak biasa di sekitar retina atau bagian lain, dokter akan memberikan rujukan ke dokter spesialis lain. Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang bisa ditemukan selama pemeriksaan mata.
1. Diabetes
Penyakit yang akrab disebut kencing manis ini ternyata bisa dideteksi melalui kondisi mata seseorang. Diabetes adalah kondisi di mana glukosa darah atau disapa gula darah terlalu tinggi akibat hormon insulin tidak bekerja.
Hormon ini diproduksi di organ pankreas dan bertugas merubah glukosa menjadi energi, sehingga kita bisa beraktivitas sehari-hari.
Ketika glukosa terlalu banyak dan insulin tidak mampu merubahnya menjadi energi, sebagian glukosa akan disimpan di darah, oleh karena itu disebut gula darah.
Akan tetapi ketika terlalu banyak kandungan glukosa di dalam tubuh akan menyebabkan masalah kesehatan yakni penyakit gula darah atau diabetes.
Apabila seseorang sudah terkena maka akan sulit disembuhkan, tapi kita bisa mencegah penyakit ini dengan mengatur asupan gula darah di dalam tubuh. Selain itu, penyakit diabetes juga bisa dideteksi melalui kondisi mata melalui pemeriksaan mata.
Diabetes memengaruhi pembuluh kapiler kecil di sekitar retina dan mengeluarkan darah atau cairan berwarna kuning. Apabila terjadi demikian, orang tersebut memiliki kondisi yang dinamakan Retinopati Diabetik dan dapat menyebabkan komplikasi hingga kebutaan jika tak segera diobati, serem juga ya...
2. Kanker
Kanker adalah penyakit berbahaya yang ditandai dengan pertumbuhan sel di luar kendali tubuh. Penyakit ini membuat sel-sel membelah terlalu banyak yang akhirnya menciptakan benjolan yang disebut tumor.
Tumor ini menyebar ke seluruh tubuh melalui darah maupun cairan limfa dan dapat menganggu sistem pencernaan, saraf hingga peredaran darah.
Ada tumor jinak dan ganas. Tumor jinak masih bisa disembuhkan melalui kemoterapi, tapi tumor ganas akan berkembang menjadi kanker jika tak segera dioperasi.
Kanker bisa dideteksi dini melalui pemeriksaan mata, apabila dokter menemukan struktur mata seperti kelopak mata yang tak biasa maka dokter akan merujuk ke dokter spesialis kanker untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sel itu disebut sel karsinoma yang berada di sekitar mata dan bisa menyebar ke otak.
Melakukan pola hidup sehat dan sering beraktivitas sangat efektif untuk mencegah datangnya kanker. Anda bisa memulainya dengan rutin mengonsumsi buah dan sayur serta rutin berolahraga setiap hari.
Berdasarkan data World Cancer Research Fund (WCRF) di Inggris menemukan bahwa 1/3 jenis kanker umumnya bisa dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat.
3. Hipertensi
Konsumsi makanan tinggi garam rupanya tak baik bagi kesehatan. Garam ini harus dibuang oleh ginjal karena tidak banyak memberikan nutrisi.
Ginjal akan bekerja keras jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam. Akibatnya terjadi gangguan hingga kegagalan fungsi, kondisi ini disebut penyakit gagal ginjal.
Fungsi ginjal tak sampai di situ saja, salah satunya adalah menjaga tekanan darah agar tetap normal yakni antara 90/60 sampai 120/80 mmHg.
Apabila ginjal tidak bekerja dengan baik maka dapat menyebabkan tekanan darah tidak stabil (melebihi 120/80 mmHg) dan cenderung meningkat.
Itulah yang dinamakan tekanan darah tinggi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang memiliki tekanan darah di atas 120/80 mmHg.
Penyebab utamanya diantaranya lingkungan yang buruk, penggunaan garam terlalu banyak, merokok hingga jarang beraktivitas fisik. Hipertensi memicu penyakit seperti serangan jantung hingga stroke, maka tak jarang banyak yang menyebut sebagai “The Silent Disease”.
Dengan memeriksakan mata, seseorang yang mengidap hipertensi akan memiliki “robekan” di sekitar pembuluh darah. Jika ini terjadi pada Anda sebaiknya merubah pola hidup dan kurangi konsumsi garam berlebih, serta hubungi dokter spesialis untuk penanganan lebih lanjut.
4. Kolesterol Tinggi
Apabila hasil pemeriksaan mata ditemukan adanya bagian kekuning-kuningan atau menyerupai cincin berwarna kuning di sekitar kornea mata, maka menjadi pertanda seseorang memiliki kolesterol tinggi.
Kolesterol tinggi dapat memicu penyakit berbahaya lain seperti penyakit jantung, stroke obesitas hingga diabetes. Selain di kornea mata, adanya plak di sekitar pembuluh retina juga menandakan kolesterol tinggi.
Kolesterol terbagi menjadi dua, yakni kolesterol baik dan jahat. Kolesterol jahat akan menempel di pembuluh darah dan menghambat asupan makanan ke seluruh tubuh.
Semakin banyak kolesterol yang menghalangi jalan darah, maka kerja jantung akan semakin berat dan akhirnya organ jantung mengalami kelainan yang dinamakan penyakit jantung.
Penyumbatan pembuluh darah oleh kolesterol juga membuat pembuluh darah pecah dan menyebabkan stroke. Sementara itu, kolesterol baik berguna untuk melarutkan kolesterol jahat yang nantinya akan dibuang melalui feses.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Texas, AS mengatakan 1 dari 3 anak berusia 9 sampai 11 tahun yang terindikasi memiliki kolesterol tinggi akan memiliki kolesterol yang tinggi pula di usia 40 tahun ke atas.
5. Tiroid
Tiroid merupakan gangguan kesehatan yang menyerang kelenjar tiroid. Kelenjar ini terletak di bawah jakun dan berfungsi mengatur respon tubuh terhadap hormon lain, mengatur kecepatan membakar energi, memproduksi protein dan mengatur proses metabolisme tubuh.
Kelenjar ini menghasilkan hormon yang mampu menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan, mengatur penggunaan hormon, vitamin dan energi di dalam tubuh.
Penyebab tiroid diantaranya terjadi gangguan di kelenjar hipofisis, terlalu banyak radiasi yang diserap tubuh, kadar iodin yang berlebihan, merokok serta penggunaan obat yang mengandung lithium tinggi.
Salah satu tanda tiroid dapat dilihat dari bentuk bola mata seseorang, apabila bola mata menonjol keluar maka itu merupakan pertanda tiroid. Tanpa memerlukan pemeriksaan mata, Anda pun bisa melihatnya melalui cermin atau bisa meminta tolong kepada teman, amati apakah bola mata Anda tampak keluar.
Jika iya, mungkin Anda harus secepat mungkin memeriksakan dini untuk mendapat perawatan langsung dari dokter.
6. Tumor
![]() |
| ilustrasi tumor. sumber: lampukecil.com |
Tumor adalah benjolan atau neoplasma yang tercipta dari proses pembelahan sel yang tidak terkontrol, bahkan ada yang mengatakan jika tumor dan kanker itu sama saja.
Namun terdapat perbedaan, tumor biasa digunakan untuk yang sifatnya jinak, sementara tumor ganas lah yang sering disebut kanker.
Tumor tidak selalu bersifat ganas dan menjadi kanker, sebagian tumor tidak menimbulkan ancaman kesehatan, tapi kita harus waspada jika tumor ini menyerang dan harus secepat mungkin diobati.
Seseorang yang memiliki tumor biasanya mengalami gejala seperti berikut : sakit kepala, penurunan fungsi motorik, sensorik, pendengaran, penglihatan, perubahan perilaku, depresi, hingga kejang-kejang.
Penyakit ini disebabkan oleh faktor keturunan, radiasi dari alat elektronik, usia dan lainnya. Beberapa cara untuk mendiagnosis seseorang memiliki tumor salah satunya adalah dengan memeriksakan mata.
Apabila hasil menyebut bentuk kelopak mata yang tidak beraturan satu sama lain mengindikasikan tumor leher. Selain dari pemeriksaan mata, ada juga pemeriksaan lain seperti pemeriksaan otak, neurologis, X-ray untuk mengetahui ada-tidaknya tumor.
7. Autoimunitas
![]() |
| sumber : budisma.net |
Sistem imunitas sangat penting peranannya untuk melindungi tubuh dari racun, bakteri, virus, sel kanker dan antigen lainnya yang berasal dari luar tubuh. Akan tetapi sistem imun juga bisa mengalami gangguan, seperti tidak bisa mengenali antara zat berbahaya dengan organisme biasa. Kondisi ini disebut autoimunitas.
Penyakit ini akan menyerang organisme apapun yang dianggap “asing” baginya. Ketika seseorang mengidap penyakit ini, sistem kekebalan tidak dapat membedakan antara jaringan sehat dengan antigen jahat. Akibatnya tubuh merespon dengan menghancurkan apapun, termasuk jaringan sehat.
Dokter pun belum bisa memastikan penyebab seseorang mengalami autoimunitas. Penyakit ini menyebabkan jaringan tubuh mengalami kerusakan, pertumbuhan organ yang tidak normal, perubahan fungsi organ, merusak pankreas, hingga menyebabkan diabetes.
Salah satu cara mendeteksi dini adalah dengan memeriksakan kondisi mata. Apabila kondisi mata seperti membengkak atau mengalami peradangan, bisa saja menunjukkan orang tersebut mengalami autoimunitas.
Kesimpulan
Dengan memeriksakan mata, kita juga dapat menemukan penyakit berbahaya lain seperti :
1. Diabetes
2. Kanker
3. Hipertensi
4. Kolesterol tinggi
5. Tiroid
6. Tumor
7. Autoimunitas
Oleh karena itu, janganlah ragu untuk memeriksakan kondisi mata sedini mungkin. Itulah artikel kami minggu ini, nantikan artikel kami selanjutnya....
Referensi :
http://yoursightmatters.com/7-health-problems-eye-exams-can-detect/
Medicalnewstoday.com
Wikipedia
Alodokter.com
http://yoursightmatters.com/7-health-problems-eye-exams-can-detect/
Medicalnewstoday.com
Wikipedia
Alodokter.com
BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA
Penyakit yang Bisa Dideteksi Melalui Kondisi Mata
4/
5
Oleh
Admin








